Minggu, 13/05/2012
Google Tersandung di India
PENULIS : Aci Ananda

Plasadana.com - Pemerintah India akan menggugat Google Inc. dengan tuduhan telah melakukan persaingan usaha tidak sehat, karena ada kecenderungan monopoli.

Saat ini, menurut sumber pemerintah yang dikutip oleh Wall Street Journal, India masih mengumpulkan bukti terkait dengan bisnis iklan online Google. Perusahaan mesin pencari terbesar di dunia ini dinilai berpotensi melakukan praktik persaingan usaha tidak sehat, melalui produk iklannya, AdWords.

Model iklan ini adalah memberikan link atau hubungan langsung ke situs pengiklan, ketika ada pengunjung Google yang meng-klik. Hingga kini belum jelas alasan Komisi Persaingan Usaha India menggugat produk tersebut. Dengan alasan ini pula, manajemen Google belum bersedia mengomentarinya.

Google juga sedang menghadapi masalah lain di India, yaitu terkait dengan konten. Banyak isi Google yang membuat pemerintah setempat keberatan. Karena itu, pemerintah India minta agar konten itu dihapus.

Jika Google menolak, gugatan akan berlangsung di pengadilan dan berpotensi memenjarakan pejabat senior di Google.

Masalah lainnya, saat ini Kementerian Keuangan India juga sedang menyelidiki kemungkinan terjadinya pelanggaran dalam kebijakan transkasi mata uang asing yang dilakukan Google.

Pasar online India memang menggiurkan bagi pengelola bisnis internet. Berdasarkan data Mobile Association of India, dari 1,2 miliar penduduknya, saat ini baru di bawah 10 persennya yang melek internet. Pada 2014 diperkirakan sudah menjadi 300 juta.

Untuk iklan, saat ini memang belanjanya masih kecil dibandingkan standar internasional. Tahun lalu, nilai iklan digital baru mencapai US$ 291 juta atau Rp 261,9 miliar atau hanya 4,5 persen dari total pengeluaran iklan.

Share :    
Email To Friend

KOMENTAR





Mohon memasukkan nama, email dan komentar anda apabila ingin memberikan komentar. Kami tidak bertanggung jawab atas segala isi dari komentar yang anda kirimkan.

Nama
Email
Komentar
Isi Captcha