Senin, 14/05/2012
Rugi 18 Triliun, Ini Komentar Bos JPMorgan
PENULIS : Nur Cahyo

Plasadana.com - Bank terbesar di Amerika Serikat dari segi aset, JPMorgan Chase & Co., harus membayar mahal atas kerugian perusahaannya sebesar US$ 2 miliar atau Rp 18 triliun dari transaksi derivatif.

Jamie Dimon, CEO JPMorgan menuturkan, apa yang disampaikan oleh para eksekutifnya pada bulan lalu, kini terbukti salah. Ketika itu, perusahaan tersebut bertaruh cukup besar pada pasar derivatif dalam bentuk lindung nilai, sehingga ketika prediksi meleset, terutama berbeda arah dengan analisisnya, maka kerugian harus dibayar.

Namun Dimon, pada kesempatan wawancara dengan NBC pada acara "Meet the Press" itu, tidak bersedia menyampaikan secara detail tentang traksaksi yang merugikan tersebut.

Dia hanya menuturkan bahwa yang dilakukan para eksekutifnya adalah salah strategi. "Pemantauan (situasi pasar) sangat buruk. Seharusnya (kerugian) ini tidak terjadi," tandasnya, seperti dikutip Reuters.

Dengan kejadian ini, Dimon menegaskan, "Kami menyakiti diri sendiri dan kredibilitas kami." Karena itum lanjutnya, "Kami harus membayarnya."

Sebuah bayaran yang sangat mahal: kredibilitas.

Share :    
Email To Friend

KOMENTAR





Mohon memasukkan nama, email dan komentar anda apabila ingin memberikan komentar. Kami tidak bertanggung jawab atas segala isi dari komentar yang anda kirimkan.

Nama
Email
Komentar
Isi Captcha