| Jumat, 01/06/2012 |
| 6 Cara Sukses Membangun Jejaring |
| PENULIS : Erly Susana |
Sukses membangun jejaring Plasadana.com - Bangunlah jejaring seluas-luasnya, tak peduli Anda sebagai pemilik perusahaan maupun sekadar profesional. Kesempatan segera datang. Berikut ini 6 tips agar sukses dalam membangun jejaring, seperti dilansir Yahoo: 1. Bersikaplah seperti orang yang selalu berupaya mencari kesempatan, dimana pun. Usahawan yang sukses selalu menjelajah pandangan untuk mendapatkan jaringan baru. Tak peduli pada kesempatan makan malam maupun saat di ruang tunggu. Jika berada dalam acara formal, berhubunganlah dengan sebanyak-banyaknya orang. Ingat, cukup banyak orang bisa memperoleh klien atau pekerjaan baru dalam situasi seperti ini dari seseorang yang kenal dengan orang lain. Pelajaran penting dari sini adalah menghargai orang yang ditemui. Tak perlu menyapu pandangan saat berbincang dengan seseorang. Jika dilakukan, bisa-bisa kehilangan ujung topik pembicaraan. 2. Ubah pola pikir Dalam sebuah jejaring, bersikaplah seperti orang yang datang untuk memberi, bukan berharap mendapat sesuatu. Sikap mengharap akan menjadi beban besar dalam komunikasi, bahkan mampu menenggelamkan canda-tawa yang seharusnya lepas. Karena itu, ubah pola pikir. Jika tidak dalam posisi memberi, minimal menempatkan diri sebagai pendengar yang baik. Sikap ini akan mengurangi beban dalam pergaulan, membuat hubungan dengan yang lain lebih erat, dan setidaknya bisa mendapatkan waktu yang baik. 3. Jangan tampak seperti orang putus asa Hindari sikap seperti orang yang baru saja kena rampas, sehingga butuh diselamatkan. Suasana perbincangan tidak akan menarik lagi. Jadi, tak peduli betapa buruknya situasi yang sedang dihadapi, sebaiknya hindari perilaku seperti ini. 4. Buatlah pertanyaan terbuka Jika harus menghadapi situasi sulit mencari topik dalam sebuah perbincangan di lokasi pertemuan, buatlah pertanyaan terbuka. Misalnya, "Bagaimana menurut Anda soal ...?" Dengarkanlah lawan bicara menyampiakan pandangannya. Jangan buat pertanyaan yang cukup bisa dijawab dengan "Ya atau Tidak." 5. Buang jauh-jauh jargon Maksud dari jargon di sini, seperti sebuah pertanyaan: "Apa pekerjaan Anda?" Jawabannya akan sangat alami dan simpel. Ceritanya akan berbeda seandainya perbincangan langsung masuk ke tema yang dipahami bersama, sehingga respons yang diperoleh akan berbeda. Jauh lebih menarik dan bermakna. 6. Praktek Teruslah mempraktekan kemampuan berkomunikasi dan berperilaku dalam sebuah jaringan. Jangan pernah berhenti. Jangan khawatir untuk belajar dari sebuah kesalahan. KOMENTARMohon memasukkan nama, email dan komentar anda apabila ingin memberikan komentar. Kami tidak bertanggung jawab atas segala isi dari komentar yang anda kirimkan. |