Rabu, 23/05/2012
Waktunya Investasi Jangka Panjang
PENULIS : Nur Cahyo

Plasadana.com - Rasanya investasi atau tabungan yang masih ada harus diwaspadai. Menurut perhitungan Temasek, perusahaan investasi milik pemerintah Singapura, pasar berada dalam tekanan hingga dua tahun ke depan.

Hal ini, ungkap Temasek Holdings Pte., tekait dengan krisis utang Eropa. Karena itu, para pemimpin negara di kawasan itu akan mengambil 'langkah yang dperlukan' agar negara pengguna mata uang tunggal euro tetap 17. Tidak ada yang mundur, seperti desakan sebagian warga Yunani. [Lima Langkah Sebelum Mulai Investasi] Dalam kondisi sekaran, kata Tan Chong Lee, Direktur Investasi Temasek, cara paling aman adalah investasi untuk jangka panjang. "Dalam jangka pendek ini akan ada sejumlah risiko dalam investasi, sekaligus kesempatan bagi Temasek untuk investasi sekaligus divestasi," akunya, seperti dikutip Bloomberg.

Tampaknya ini pula yang mendasari Temasek ingin menjual sahamnya di Bank Danamon kepada DBS Holdings, anak perusahaannya sendiri. Untuk 67 persen saham di Danamon, DBS akan membayar Rp 45,2 triliun. Namun hingga kini, Bank Indonesia belum memberikan izin.

Selain di Indonesia, Temasek juga sudah menjual sahamnya di Bank of China dan China Construction Bank Corp senilai US$ 2,48 miliar. Namun kemudian, malah investasi di Industrial & Commercial Bank of China (ICB). [Pengelola Dana Ciutkan Investasi Emas]

Kini, Temasek yang mengelola aset sebesar Rp 1.368 triliun hingga akhir Maret 2011, akan mencari sejumlah 'lahan' investasi di saat bursa global sedang tidak bersahabat kepada para investor. Bahkan banyak investor global yang saat ini menata ulang penembatan dananya. Suham dan emas mulai agak berkurang, mata uang dolar AS jadi incaran.

Share :    
Email To Friend

KOMENTAR





Mohon memasukkan nama, email dan komentar anda apabila ingin memberikan komentar. Kami tidak bertanggung jawab atas segala isi dari komentar yang anda kirimkan.

Nama
Email
Komentar
Isi Captcha