Jumat, 25/05/2012
Gaya Investor Menggangsir Laba (1)
PENULIS : Nur Cahyo

Plasadana.com - Saat ini para investor atau perusahaan investasi sedang berpikir keras. Kemana dananya mesti dibiakkan?

Memamg suasana investasi sedang kurang bersahabat saat ini. Secara makro, situasi perekonomian global sedang ada di tepi jurang resesi. Lahan investasi jadi sulit ditebak.

Dalam situasi seperti ini, pemerintah di kawasan Eropa ataupun Amerika memilih mempertahankan suku bunga rendah agar ekonominya tetap melaju. Tapi bagi pengelola dana atau investor, jelas tidak menarik. Untung tipis.

Setelah ditilik, "junk bond" alias surat utang berisiko tinggi - biasanya ditunjukan melalui peringkat yang di bawah BBB dan AAA - dianggap layak jadi incaran. Karena berisiko, imbal hasil yang ditawarkan pun lumayan tinggi. Kira-kira paling kecil skeitar 6 persen. Jadi sekarang ini, untuk mendapatkan imbalan lumayan tinggi, harus pintar-pintar main trik.

Inilah yang juga dirasakan oleh Sara Zervos, manajer senior portofolio dan kepala pendapatan tetap pada Oppenheimer Funds. Sebagai orang yang ikut bertanggung jawab pada penempatan dana yang dikelola perusahaannya, dia merasakan seperti ada benturan di jalan. Investasi sulit melaju kencang.

Karena itu, kalau mau terus jalan, kira-kira analoginya, harus menerobos 'jalan tikus' yang berisiko. Sekali terjebak macet, ya susah keluar. "Karena itu kami berharap pada bank sentral di dunia ini yang sekarang prioritasnya mencari jalan keluar krisis Eropa," ujarnya, saat diwawancarai Reuters. Kemana para pengelola dana itu pergi untuk menggangsir laba dari junk bond?

Share :    
Email To Friend

KOMENTAR





Mohon memasukkan nama, email dan komentar anda apabila ingin memberikan komentar. Kami tidak bertanggung jawab atas segala isi dari komentar yang anda kirimkan.

Nama
Email
Komentar
Isi Captcha