Jumat, 25/05/2012
Indonesia Berbenah Hadapi Krisis
PENULIS : Hikmatul Adrianto

Plasadana.com - Menteri Keuangan Agus Martowardojo mengatakan Indonesia saat ini telah menyiapkan diri dalam menghadapi kemungkinan terjadinya perlambatan ekonomi akibat perkembangan krisis di Eropa yang makin memburuk.

"Kita tidak hanya hati-hati dan mempersiapkan diri, tapi kita terus melakukan reformasi struktural agar dapat betul-betul mencegah krisis di Indonesia," ujar Menteri Agus di Jakarta, Jumat (25/5/2012).

Menurut Menkeu, pemerintah telah mewaspadai kondisi yang terjadi di Eropa dalam setahun terakhir. Tameng sudah disiapkan melalui kebijakan fiskal moneter yang memadai agar dampak krisis tidak langsung terjadi di Indonesia.

Untuk itu, ia menambahkan pemerintah optimis pertumbuhan ekonomi tahun depan dapat mencapai kisaran 6,8 persen-7,2 persen dengan sektor investasi diharapkan menjadi penyumbang utama perekonomian nasional.

"Kontribusi pertumbuhannya untuk pertama kali yang lebih besar dari investasi dibandingkan dari pengeluaran yang lain," katanya.

Karena itu, agus melanjutkan, pemerintah juga telah menyiapkan diri dengan memperbaiki iklim investasi. Termasuk, melakukan reformasi dalam bidang pembebasan lahan, masalah perizinan terkait koordinasi pusat dan daerah dan peningkatan iklim tenaga kerja.

Kebijakan yang dilakukan tersebut selain untuk mendorong pertumbuhan sektor investasi pada 2013, juga dalam rangka mendukung pelaksanaan program Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI).

"Itu terus mendapat perhatian pemerintah untuk bisa didorong dan pertumbuhan investasi dapat meningkat dan terus terjaga ke depan," katanya.

Selain melakukan kebijakan untuk menjaga angka investasi, pemerintah juga mengupayakan agar perlambatan sektor ekspor dan impor barang secara berlebihan akibat krisis tidak terjadi, karena hal tersebut dapat mengakibatkan ekonomi Indonesia menjadi "panas".

Impor dapat meningkat tajam, karena negara seperti China akan mencari pasar baru untuk memasarkan produk mereka seperti Indonesia, karena negara tujuan ekspor di Eropa sedang mengalami krisis.

Share :    
Email To Friend

KOMENTAR





Mohon memasukkan nama, email dan komentar anda apabila ingin memberikan komentar. Kami tidak bertanggung jawab atas segala isi dari komentar yang anda kirimkan.

Nama
Email
Komentar
Isi Captcha