Sabtu, 26/05/2012
Amancio Ortega, Juragan Pemilik Zara (3)
PENULIS : Fahmi/Erly

Plasadana.com - Zara hadir di Indonesia sejak Agustus 2005, dengan tetap mengandalkan pola bisnis: produk Zara untuk semua, tapi dibuat hanya terbatas.

Di Indonesia, zara hadir sejak Agustus 2005. Gerai pertama dibuka di Plaza Indonesia seluas 2.100 meter prsegi, sedangkan gerai kedua di Mal Pondok Indah 2 seluas 1.700 meter persegi, dan kini sudah bisa ditemui di mal lainnya. PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) adalah peritel yang menggaet Zara masuk ke Indonesia.

Produk Zara yang dijual, langsung didatangkan dari Spanyol. Jika ada produk yang tidak terjual, itu menjadi risiko bisnis yang harus ditanggung MAPI. Tetapi, jarang sekali Zara tidak laku terjual. Semuanya terjual habis, karena zara memproduksinya dalam jumlah terbatas.

Sekadar gambaran, satu model diproduksi sekitar 1.200 potong yang selanjutnya dibagi ke 750 toko zara di seluruh dunia. Tiap toko tak mungkin memesan satu model dalam jumlah besar. Produk zara tak hanya disukai wanita, tetapi juga diminati kaum pria dan anak-anak.

Produk fesyen zara di Indonesia dibanderol mulai Rp 59.000 hingga Rp 3 juta per potong. Harga yang relatif tinggi tak menjadi kendala bagi pemasaran di Indonesia mengingat sasarannya adalah kalangan menengah-atas.

Tapi, dibandingkan dengan harga produk Zara di negara lain, harga di Jakarta 13 persen lebih murah. Sebab setiap modelnya hanya diproduksi dalam jumlah kecil, perputarannya pun cepat. Dalam seminggu, pemesanan bisa dilakukan dua kali.

Meskipun sudah menjadi orang kaya dan bisnisnya terus berkembang, Ortega tetap pribadi yang tertutup dan penuh rahasia. Dia tidak pernah memberi kesempatan wawancara dengan media. Berita-berita mengenai perusahaannya sangat sedikit memberikan informasi pribadi tentang pendiri dan komisarisnya. Selama berpuluh tahun, hanya satu foto Ortega yang diketahui beredar.

Ortega juga dikenal sebagai bos yang rendah hati. Dia tidak pernah mengenakan dasi ketika bekerja dan lebih suka memakai celana jins. Ketika Ortega menjadi orang paling kaya se-Spanyol, dia tidak merayakannya dengan meriah.

Dia hanya pergi bekerja, menonton berita televisi selama 15 menit untuk melihat bahwa dia baru saja mengumpulkan US$ 6 miliar. Kemudian makan siang di kafetaria perusahaannya seperti biasa.

Share :    
Email To Friend

KOMENTAR





Mohon memasukkan nama, email dan komentar anda apabila ingin memberikan komentar. Kami tidak bertanggung jawab atas segala isi dari komentar yang anda kirimkan.

Nama
Email
Komentar
Isi Captcha