Jumat, 06/07/2012
7 Rumus Sukses Guy Kawasaki
PENULIS : Nur Cahyo

Plasadana.com - Salah satu pendiri Alltop, Guy Kawasaki berbagi tentang strategi agar bisa unggul melawan pesaing.

Menurut Kawasaki, perusahaan akan sukses seandainya kita mempercayai produk yang kita buat. Masalahnya, bagaimana bisa mendapat keyakinan seperti itu? Dengan simpel dia menjawab: "Buat sesuatu yang bermakna dan inovatif." Berikut ini rahasia sukses dari Kawasaki, seperti dikutip Business Insider.

1. Jika ingin berinovasi, berikan makna pada produk Anda

Nike bisa dijadikan contoh. Dengan sedikit katun, kulit, dan karet, Nike berhasil menjadikannya simbol dan memberikan makna bagi para sneakers, istilah yang digunakan bagi para pengguna sepatu olahraga (atlet).

2. Siapkan mantra

Buatlah mantra agar inovatif. Pernyataan pada misi perusahaan yang ingin dicapai, terlalu panjang untuk diingat. Coba lihat yang dilakukan oleh sejumlah perusahaan ini: Wendy's (“healthy, fast food”), FedEx’s (“peace of mind”), and eBay’s (“democratic commerce”).

3. Jangan khawatir, itu buruk

Kawasaki menekankan, tidak akan pernah ada waktu ideal untuk berinovasi serta membuat produk Anda menjadi sempurna. Kuncinya adalah buat sesuatu yang revolusioner dan tidak ada di pasar. Sebagai contoh yang disebut, printer laser pertama.

4. Jangan khawatir bertentangan

Rata-rata produk besar lahir dengan mempertentangkan kelompok populasi. Karena itu, para pemimpin bisnis tidak usah takut dengan kebijakan seperti ini. Namun yang terpenting, katanya, pilih sedikit kelompok yang memang menyukai produk Anda.

5. Sempurnakan penawaran

Pada umumnya, para pemimpin bisnis melakukan presentasi dengan bahan yang banyak, setidaknya 10 slide untuk presentasi selama 20 menit. Hurus yang digunakan pun besar-besar. Sebenarnya, dia menekankan, cukup gunakan asisten dan wawasan yang Anda miliki saat menyampaikan penawaran, termasuk sesuatu yang unik untuk audiens tertentu.

6. Jangan stres ketika audiens yang ditarget menolak produk Anda, karena yang lainnya siap merangkul

Banyak perusahaan yang panik ketika produknya tidak disukai, kemudian merekrut ahli yang dianggap "bisa" menjual produknya. Menurut Kawasaki, cara berpikir seperti ini salah.

7. Fokus pada diri sendiri

Produksi sesuatu yang bernilai dan unik, kata Kawasaki, sehingga membuat orang hidup lebih mudah. Contoh sederhana adalah Fandago yang menyediakan aplikasi agar orang bisa mnge-print tiket bisokop di rumahnya. Tak perlu antre di depan loket.

Share :    
Email To Friend

KOMENTAR





Mohon memasukkan nama, email dan komentar anda apabila ingin memberikan komentar. Kami tidak bertanggung jawab atas segala isi dari komentar yang anda kirimkan.

Nama
Email
Komentar
Isi Captcha