Senin, 29/10/2012
Negara dengan Pertumbuhan Ekonomi Terburuk
PENULIS : Peppy Ramadhyaz

Plasadana.com - Dana Moneter Internasional (International Monetary Fund/ IMF) telah merilis perkiraan pertumbuhan ekonomi dunia yang menurun, dari 2 persen menjadi 1,5 persen pada 2013. Pada negara-negara berkembang, angka pertumbuhan diperkirakan turun dari 6 persen menjadi 5,6 persen.

Namun, negara mana yang mengalami pertumbuhan ekonomi paling lemah?

Situs Business Insider mengompilasi data dari laporan IMF dan CIA World Factbook untuk mengetahui negara dengan pertumbuhan ekonomi paling lambat. Daftar peringkat ini disusun berdasarkan perkiraan pertumbuhan 2013 - 2017 serta kriteria lain seperti utang, ketahanan akan krisis, nilai ekspor serta tingkat korupsi.

Negara-negara ini diberi rangking berdasarkan skor compound annual growth rates (CAGR). Berikut lima negara dengan pertumbuhan ekonomi terendah.

1. Swaziland

Gross Domestic Product (GDP) 2012 : - 2,9 persen
GDP 2013 : -1 persen
GDP CAGR 2013-2017 : - 0,01 persen
Deskripsi : Swaziland masih bergantung pada impor barang-barang dari bekas negeri induknya, Afrika Selatan. Setelah resesi, neraca perdagangan yang negatif menyebabkan naiknya pengangguran hingga 40 persen.

2. Guinea Equator

GDP 2012 : 5,6 persen
GDP 2013 : 6 persen
GDP CAGR 2013-2017 : 0,5 persen
Deskripsi : IMF dan Bank Dunia memangkas pembiayaan untuk negara ini pada 1993 lantaran pemerintahnya cenderung korup. Tambang minyak yang seharusnya menjadi pemasukan utama negara kembang kempis lantaran digasak koruptor.

3. Italia

GDP 2012 : - 2,3 persen
GDP 2013 : -0,73 persen
GDP CAGR 2013-2017 : 0,76 persen
Deskripsi : pertumbuhan ekonomi Italia terganjal utang luar negeri yang cukup besar. Agar mendapat bantuan atau bail out dari Uni Eropa, negeri pizza ini mesti berhemat habis-habisan. Selain itu faktor penunjang ekonomi seperti pasar tenaga kerja, pertumbuhan penduduk serta angka kelahiran cukup rendah.

4. Siprus

GDP 2012 : - 2,25 persen
GDP 2013 : - 0,96 persen
GDP CAGR 2013-2017 : 0,93 persen
Deskripsi : sektor jasa menjadi penyumbang 80 persen GDP Siprus. Pendapatan terutama berasal dari pariwisata. Sayang, bisnis ini tak bisa membantu negara ini untuk melunasi utang luar negeri. Maklum saja, bank-bank di negara ini kadung membeli obligasi Yunani yang nilainya jeblok dalam jumlah besar.

5. Spanyol

GDP 2012 : - 1,54 persen
GDP 2013 : - 1,3 persen
GDP CAGR 2013-2017 : 0,94 persen
Deskripsi : dulu Spanyol adalah negara kaya. Wilayah jajahannya ada di mana-mana. Sekarang, negeri matador ini bagai banteng kehilangan tanduk. Pertumbuhan ekonomi selama 16 tahun ambruk lantaran resesi pada 2010. Bail out Uni Eropa tak bisa memulihkan Spanyol dari krisis utang.

Share :    
Email To Friend

KOMENTAR





Mohon memasukkan nama, email dan komentar anda apabila ingin memberikan komentar. Kami tidak bertanggung jawab atas segala isi dari komentar yang anda kirimkan.

Nama
Email
Komentar
Isi Captcha